This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 12 November 2013

Ukhuwah adalah Spirit Kami


Cinta adalah sebuah hal yang sangat familiar di telinga kita terutama bagi para remaja yang beranjak dewasa. Bagi mereka cinta adalah sesuatu hal yang sangat menjadi tren abadi sampai-sampai mereka sering menyebut-nyebutnya seolah-olah kata cinta itu sudah menjadi dzikir harian mereka. Namun, apakah mereka benar-benar mengerti apa itu cinta?

Pengertian cinta itu sendiri sulit dibedakan batasan ataupun pengertiannya, karena cinta merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang dimiliki individu. Dan sifatnyapun subyektif sehingga setiap individu akan mempunyai makna yang berbeda tergantung pada penghayatan serta pengalamannya.

Jenis-Jenis Cinta menurut Kelly dalam buku kesehatan reproduksi remaja membagi cinta itu menjadi 3 jenis yaitu:
1.  Cinta karena nafsu
Yaitu cinta yang mengakibatkan hubungan antar dua orang tidak terkontrol lagi, emosi sangat menguasai akal sehat seseorang sehingga perilaku seolah terjadi secara spontan untuk menjawab rangsangan emosi yang berlebihan
2.   Cinta pragmatis
yaitu cinta terjadi keseimbangan antara dua orang, ada rasa suka dan duka, serta  adanya timbal balik.
3.   Cinta altruistik
biasanya terjadi pada seorang ibu kepada anaknya, cinta ini disertai kasih sayang yang tidak ada batasnya.
Cinta itu berada pada ranah emosional dan rasional. Cinta emosional ini datang dan pergi tanpa diprediksi,misalkan: aku mencintaimu pada pandangan pertama, meski aku tak bahagia bersamanya aku tetap mencintainya dll.

Dari apa yang kita ketahui ternyata cinta itu memang banyak memberikan pengaruh terhadap diri kita terutama orang yang mencinta dan yang dicinta. Memanglah cinta memberikan rasa yang begitu luar biasa. Tapi apakah cara kita ini benar dalam mencintai? Kurasa belum. Apa yang menjadi alasan saya sehingga berpendapat demikian? Simak baik-baik, cinta dan amarah itu memiliki kesamaan ketika kita berada didalamnya kita akan sulit mengendalikan diri kita sebab pada saat itu kita merasakan sebuah perasaan yang luar biasa dan yang pasti pikiran kitapun sulit untuk memilih antara kebaikan dan keburukan lagipula cinta itu dekat sekali dengan yang namanya nafsu. Mereka adalah dua hal yang berbeda namun mereka bedekatan. Cinta dan nafsu dapat di ilustrasikan oleh kedua tangan kita. Bayangkan kedua tangan kita yang saling bertepuk, pada saat itu kedua tangan kita saling bersentuhan namun saat kita melihat sisi hitam atau punggung kedua tangan kita kita melihat perbedaan tangan kanan kita sisi hitamnya mengarah ke kanan dan tangan kiri kita sebaliknya. Mereka berdekatan atau bersentuhan namun mereka memiliki tujuan atau arah yang berbeda.

Begitu sibuknya mereka dengan cinta yang tidak jelas itu, mereka melampiaskan hasratnya melalui kegiatan-kegiatan itu hingga akhirnya sampailah pada tingkat kejenuhan dan salah satu dari keduanya ada yang pergi meninggalkan rasa sakit terhadap orang yang dulunya dia “cintai”. Rasa sakit ini yang membuat seseorang menjadi berubah, boleh jadi rasa sakit ini yang mendorong kita melakukan tindak kriminal lebih berat lagi, menggunakan narkoba, minum minuman keras, dan sebagainya yang pastinya hal ini berbahaya bagi tubuh dan jiwa kita. Tubuh kita rusak dan jiwa kita menjadi sangat lemah dan kitapun akan menjadi orang yang bermental lemah karenanya dan tentunya kita akan kehilangan arah hidup kita sebab spirit kita hilang begitu saja.

Ketika kita kehilangan arah pasti kita akan merasa hampa dan gelisah. Perasaan ini yang akan memancing amarah dan kesedihan kita tentunya berdampak buruk bagi kita. Kitapun akan berpikir bahwa kita kekurangan yang namanya motivasi untuk hidup dan dimana kita akan mendapatkan semua kekuatan itu lagi? Carilah orang yang bisa membawamu ke arah kebaikan. Mereka adalah orang-orang yang soleh, mereka orang-orang yang dapat merubah dunia dengan telunjuknya, mereka orang-orang yang kuat menghadapi segala terpaan badai dan ombak, dan mereka adalah orang yang memiliki ikatan ukhuwah yang kuat antar sesamanya, mereka adalah pemuda-pemuda muslim yang menjadikan ukhuwah sebagai spiritnya.
Maka dari itu katakan kepada dunia “Ukhuwah adalah spirit kami”.

Senin, 11 November 2013

Mentoring adalah Tarbiyah Kami



     Pada zaman modern ini memang semuanya serba praktis segalanya penuh dengan kemudahan. Ketika kita ingin berkoneksi dengan saudara kita yang di luar pulau jawa kita memiliki handphone kita hanya menekan tombol-tombol nomor lalu kita bisa berbicara atau mungkin saat kita ingin berpergian jauh kita memiliki kendaraan yang dapat kita gunakan untuk berpergian jauh tanpa harus menguras tenaga dan waktu kita, namun di zaman ini juga banyak keburukan yang tersebar dimana-mana dari mulai yang ringan sampai yang berat dan kita sebut ini dengan istilah merosotnya moral.

    Merosotnya moral manusia pada zaman ini boleh jadi diakibatkan oleh ketidak sadaran manusia kepada agamanya karena pikiran mereka telah diracuni oleh modernisasi pada zaman ini boleh jadi juga karena kurangnya pendidikan agama di negeri ini dan yang pasti kurangnya pendidikan agama di negeri ini diakibatkan punahnya kader-kader dakwah yang professional.

    Manusia sekarang atau lebih tepatnya pemuda sekarang sangat jauh berbeda dengan zaman dahulu yang selalu bersemangat untuk memajukan negeri, yang selalu siap sedia untuk membela bangsa, dan yang selalu ada dalam pendidikan yang berkualitas. Pacaran, narkoba, seks bebas, dan segala bentuk kemaksiatan di negeri ini sudah dikategorikan kedalam taraf lengkap dan akibat macam-macam kemaksiatan yang biasa dilakukan itu mental anak negeri pun menurun dan dapat dikatakan pemuda bermental lemah.

    Pada mulanya perempuan sangat senang sekali dalam memamerkan kecantikannya dan bentuk tubuhnya dari mulai menggunakan pakaian ketat, pakaian mini, sampai telanjang bulat boleh keadaan psikologis perempuan yang suka berdandan ini yang mendorong perempuan senang sekali memamerkan kecantikan atau bentuk tubuhnya dan memang itu semua hanya sekedar untuk tampil trendi dan menarik. Aku mengatakan hal itu BODOH! Mereka rela menjual harga dirinya bahkan bukan menjual tapi membagikannya kepada masa secara gratis sungguh ironi tapi boleh jadi kebodohan mereka itu karena ketidaktahuan mereka terhadap kewajiban menutup aurat karena kurangnya pendidikan tentang itu.

    Akhirnya banyak orang ataupun lembaga yang menyuarakan hijab dari mulai memberitahukan lewat lisan sampai lewat barang. Sebagian orang atau perusahaan memproduksi banyak jilbab dan berbagai model yang cukup bagus sehingga akhirnya tidak sedikit perempuan yang mulai berhijab. Sungguh sebuah kabar yang baik.

    Seiring berjalannya waktu hijabpun mulai ternodai karena banyaknya model-model hijab yang aneh. Mereka berkerudung namun pakaiannya kembali lagi seperti zaman jahiliyyah mereka seolah-olah tidak bisa berpikir. Sampailah pada penurunan moral lagi yang membuat kemaksiatan meningkat kembali.

   Terkadang aku berpikir mengapa perempuan senang sekali melakukan hal itu apakah mereka senang ketika syahwat para lelaki sedang diuji? Boleh jadi suatu saat nanti para lelaki akan terpaksa melakukan onani sesuai lirik lagu Iwan Fals-Jangan Bicara
"Jangan bicara soal idealisme
Mari bicara berapa banyak uang di kantong kita
Atau berapa dahsyatnya
Ancaman yang membuat kita terpaksa onani".

    Bayangkan saja, media dari mulai media cetak sampai media elektronik menyuarakan bahwa menikah muda itu tidak baik dengan segala alasan sehingga membuat banyak orang beranggapan demikian sedangkan kita setiap harinya disuguhi oleh pandangan-pandangan yang tidak selayaknya dipandang dan boleh jadi kebanyakan lelaki melampiaskan hasratnya melalui onani.
Tentunya semua ini bukan hanya karena kesalahan satu atau dua orang saja, bukan pula kesalahan para perempuan saja tentunya ini adalah kesalahan kita bersama. Syaitanpun tidak selayaknya disalahkan sebab ketika kita menyalahkan mereka mereka akan berkata “mengapa kamu mau mengikuti ajakanku?”.

    Pertanyaannya mengapa kita harus menyalahkan diri sendiri padahal kita tidak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan tersebut? Tentunya itu tetap kesalahan kita coba kita ingat apa yang diamanahkan oleh Rasulullah kepada kita sebelum beliau meninggal, salah satunya adalah tugas dakwah. Kapan terakhir kali kita mengingatkan teman kita untuk solat? Kapan terakhir kali kita mengajak teman kita mengaji atau mungkin kita tidak pernah sama sekali mengajak orang-orang yang ada di sekitar kita menuju kebaikan? Maka dari itu berdakwahlah dalam kebenaran dan dalam kesabaran sebab itu wajib.

    Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui tarbiyah. Tarbiyah yang membuat kita mengerti ini itu, tarbiyah yang membuat kita tau ini salah ataupun ini benar, tarbiyah yang membuat kita tau apa yang harus kita pilih, tarbiyah yang membentengi kita dalam bertindak, tarbiyah yang mendorong kita melakukan tindakan dan tarbiyah yang mewarnai hidup kita.


    Pertanyaannya dimana dan kapan kita bisa mendapatkan tarbiyah? Dimanapun dan kapanpun bisa! Disekolah, dirumah, di tempat kerja, siang, malam, atau ketika kita melihat semut yang bergotong royong untuk mencaari makanan atau lebah yang mencari madu. Tentu kita bisa asal kita mau mengambil hikmah dari setiap apa yang kita alami. Dan mentoring adalah salah satu metode yang baik dalam menerapkan sistem tarbiyah.

    Mentoring dapat kita artikan sebagai sekumpulan orang yang didalamnya ada seorang pembina dan yang lainnya sebagai orang yang dibina tentu didalamnya mereka membahas sesuatu atau hal yang baik seperti yang kita temukan di organisasi LDK atau Lembaga Dakwah Kampus.

    UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki organisasi tersebut yaitu LDM atau Lembaga Dakwah Mahasiswa yang saya ikuti sebagai organisasi yang saya sukai. Saat kita mengikuti mentoring kita mendapatkan ilmu, kegembiraan, dan banyak lagi dan aku berkata dalam diriku “Mentoring adalah tarbiyah kami!”.

    Dengan mentoring inilah mari kita koreksi diri kita sendiri sambil membenahi diri dan sambil mengajak orang untuk berbenah diri dan inilah tarbiyah kita.



~YM