Pada zaman modern ini memang semuanya serba praktis
segalanya penuh dengan kemudahan. Ketika kita ingin berkoneksi dengan saudara
kita yang di luar pulau jawa kita memiliki handphone kita hanya menekan
tombol-tombol nomor lalu kita bisa berbicara atau mungkin saat kita ingin
berpergian jauh kita memiliki kendaraan yang dapat kita gunakan untuk
berpergian jauh tanpa harus menguras tenaga dan waktu kita, namun di zaman ini
juga banyak keburukan yang tersebar dimana-mana dari mulai yang ringan sampai
yang berat dan kita sebut ini dengan istilah merosotnya moral.
Merosotnya moral manusia pada zaman ini boleh jadi
diakibatkan oleh ketidak sadaran manusia kepada agamanya karena pikiran mereka
telah diracuni oleh modernisasi pada zaman ini boleh jadi juga karena kurangnya
pendidikan agama di negeri ini dan yang pasti kurangnya pendidikan agama di
negeri ini diakibatkan punahnya kader-kader dakwah yang professional.
Manusia sekarang atau lebih tepatnya pemuda sekarang sangat
jauh berbeda dengan zaman dahulu yang selalu bersemangat untuk memajukan
negeri, yang selalu siap sedia untuk membela bangsa, dan yang selalu ada dalam
pendidikan yang berkualitas. Pacaran, narkoba, seks bebas, dan segala bentuk
kemaksiatan di negeri ini sudah dikategorikan kedalam taraf lengkap dan akibat
macam-macam kemaksiatan yang biasa dilakukan itu mental anak negeri pun menurun
dan dapat dikatakan pemuda bermental lemah.
Pada mulanya
perempuan sangat senang sekali dalam memamerkan kecantikannya dan bentuk
tubuhnya dari mulai menggunakan pakaian ketat, pakaian mini, sampai telanjang
bulat boleh keadaan psikologis perempuan yang suka berdandan ini yang mendorong
perempuan senang sekali memamerkan kecantikan atau bentuk tubuhnya dan memang
itu semua hanya sekedar untuk tampil trendi dan menarik. Aku mengatakan hal itu
BODOH! Mereka rela menjual harga dirinya bahkan bukan menjual tapi
membagikannya kepada masa secara gratis sungguh ironi tapi boleh jadi kebodohan
mereka itu karena ketidaktahuan mereka terhadap kewajiban menutup aurat karena
kurangnya pendidikan tentang itu.
Akhirnya banyak orang ataupun lembaga yang menyuarakan hijab
dari mulai memberitahukan lewat lisan sampai lewat barang. Sebagian orang atau
perusahaan memproduksi banyak jilbab dan berbagai model yang cukup bagus
sehingga akhirnya tidak sedikit perempuan yang mulai berhijab. Sungguh sebuah
kabar yang baik.
Seiring berjalannya waktu hijabpun mulai ternodai karena
banyaknya model-model hijab yang aneh. Mereka berkerudung namun pakaiannya
kembali lagi seperti zaman jahiliyyah mereka seolah-olah tidak bisa berpikir. Sampailah
pada penurunan moral lagi yang membuat kemaksiatan meningkat kembali.
Terkadang aku berpikir mengapa perempuan senang sekali
melakukan hal itu apakah mereka senang ketika syahwat para lelaki sedang diuji?
Boleh jadi suatu saat nanti para lelaki akan terpaksa melakukan onani sesuai lirik lagu Iwan
Fals-Jangan Bicara
"Jangan bicara soal idealisme
Mari bicara berapa banyak uang di kantong kita
Atau berapa dahsyatnya
Ancaman yang membuat kita terpaksa onani".
"Jangan bicara soal idealisme
Mari bicara berapa banyak uang di kantong kita
Atau berapa dahsyatnya
Ancaman yang membuat kita terpaksa onani".
Bayangkan saja, media dari mulai media cetak sampai media elektronik
menyuarakan bahwa menikah muda itu tidak baik dengan segala alasan sehingga
membuat banyak orang beranggapan demikian sedangkan kita setiap harinya
disuguhi oleh pandangan-pandangan yang tidak selayaknya dipandang dan boleh
jadi kebanyakan lelaki melampiaskan hasratnya melalui onani.
Tentunya semua ini bukan hanya karena kesalahan satu atau
dua orang saja, bukan pula kesalahan para perempuan saja tentunya ini adalah
kesalahan kita bersama. Syaitanpun tidak selayaknya disalahkan sebab ketika
kita menyalahkan mereka mereka akan berkata “mengapa kamu mau mengikuti
ajakanku?”.
Pertanyaannya mengapa kita harus menyalahkan diri sendiri
padahal kita tidak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan tersebut? Tentunya itu
tetap kesalahan kita coba kita ingat apa yang diamanahkan oleh Rasulullah
kepada kita sebelum beliau meninggal, salah satunya adalah tugas dakwah. Kapan terakhir
kali kita mengingatkan teman kita untuk solat? Kapan terakhir kali kita
mengajak teman kita mengaji atau mungkin kita tidak pernah sama sekali mengajak
orang-orang yang ada di sekitar kita menuju kebaikan? Maka dari itu
berdakwahlah dalam kebenaran dan dalam kesabaran sebab itu wajib.
Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya
melalui tarbiyah. Tarbiyah yang membuat kita mengerti ini itu, tarbiyah yang
membuat kita tau ini salah ataupun ini benar, tarbiyah yang membuat kita tau
apa yang harus kita pilih, tarbiyah yang membentengi kita dalam bertindak,
tarbiyah yang mendorong kita melakukan tindakan dan tarbiyah yang mewarnai
hidup kita.
Pertanyaannya dimana dan kapan kita bisa mendapatkan
tarbiyah? Dimanapun dan kapanpun bisa! Disekolah, dirumah, di tempat kerja,
siang, malam, atau ketika kita melihat semut yang bergotong royong untuk
mencaari makanan atau lebah yang mencari madu. Tentu kita bisa asal kita mau
mengambil hikmah dari setiap apa yang kita alami. Dan mentoring adalah salah
satu metode yang baik dalam menerapkan sistem tarbiyah.
Mentoring dapat kita artikan sebagai sekumpulan orang yang
didalamnya ada seorang pembina dan yang lainnya sebagai orang yang dibina tentu
didalamnya mereka membahas sesuatu atau hal yang baik seperti yang kita temukan
di organisasi LDK atau Lembaga Dakwah Kampus.
UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki organisasi tersebut
yaitu LDM atau Lembaga Dakwah Mahasiswa yang saya ikuti sebagai organisasi yang
saya sukai. Saat kita mengikuti mentoring kita mendapatkan ilmu, kegembiraan,
dan banyak lagi dan aku berkata dalam diriku “Mentoring adalah tarbiyah kami!”.
Dengan mentoring inilah mari kita koreksi diri kita sendiri
sambil membenahi diri dan sambil mengajak orang untuk berbenah diri dan inilah
tarbiyah kita.
~YM






0 komentar:
Posting Komentar