Senin, 11 November 2013

Mentoring adalah Tarbiyah Kami



     Pada zaman modern ini memang semuanya serba praktis segalanya penuh dengan kemudahan. Ketika kita ingin berkoneksi dengan saudara kita yang di luar pulau jawa kita memiliki handphone kita hanya menekan tombol-tombol nomor lalu kita bisa berbicara atau mungkin saat kita ingin berpergian jauh kita memiliki kendaraan yang dapat kita gunakan untuk berpergian jauh tanpa harus menguras tenaga dan waktu kita, namun di zaman ini juga banyak keburukan yang tersebar dimana-mana dari mulai yang ringan sampai yang berat dan kita sebut ini dengan istilah merosotnya moral.

    Merosotnya moral manusia pada zaman ini boleh jadi diakibatkan oleh ketidak sadaran manusia kepada agamanya karena pikiran mereka telah diracuni oleh modernisasi pada zaman ini boleh jadi juga karena kurangnya pendidikan agama di negeri ini dan yang pasti kurangnya pendidikan agama di negeri ini diakibatkan punahnya kader-kader dakwah yang professional.

    Manusia sekarang atau lebih tepatnya pemuda sekarang sangat jauh berbeda dengan zaman dahulu yang selalu bersemangat untuk memajukan negeri, yang selalu siap sedia untuk membela bangsa, dan yang selalu ada dalam pendidikan yang berkualitas. Pacaran, narkoba, seks bebas, dan segala bentuk kemaksiatan di negeri ini sudah dikategorikan kedalam taraf lengkap dan akibat macam-macam kemaksiatan yang biasa dilakukan itu mental anak negeri pun menurun dan dapat dikatakan pemuda bermental lemah.

    Pada mulanya perempuan sangat senang sekali dalam memamerkan kecantikannya dan bentuk tubuhnya dari mulai menggunakan pakaian ketat, pakaian mini, sampai telanjang bulat boleh keadaan psikologis perempuan yang suka berdandan ini yang mendorong perempuan senang sekali memamerkan kecantikan atau bentuk tubuhnya dan memang itu semua hanya sekedar untuk tampil trendi dan menarik. Aku mengatakan hal itu BODOH! Mereka rela menjual harga dirinya bahkan bukan menjual tapi membagikannya kepada masa secara gratis sungguh ironi tapi boleh jadi kebodohan mereka itu karena ketidaktahuan mereka terhadap kewajiban menutup aurat karena kurangnya pendidikan tentang itu.

    Akhirnya banyak orang ataupun lembaga yang menyuarakan hijab dari mulai memberitahukan lewat lisan sampai lewat barang. Sebagian orang atau perusahaan memproduksi banyak jilbab dan berbagai model yang cukup bagus sehingga akhirnya tidak sedikit perempuan yang mulai berhijab. Sungguh sebuah kabar yang baik.

    Seiring berjalannya waktu hijabpun mulai ternodai karena banyaknya model-model hijab yang aneh. Mereka berkerudung namun pakaiannya kembali lagi seperti zaman jahiliyyah mereka seolah-olah tidak bisa berpikir. Sampailah pada penurunan moral lagi yang membuat kemaksiatan meningkat kembali.

   Terkadang aku berpikir mengapa perempuan senang sekali melakukan hal itu apakah mereka senang ketika syahwat para lelaki sedang diuji? Boleh jadi suatu saat nanti para lelaki akan terpaksa melakukan onani sesuai lirik lagu Iwan Fals-Jangan Bicara
"Jangan bicara soal idealisme
Mari bicara berapa banyak uang di kantong kita
Atau berapa dahsyatnya
Ancaman yang membuat kita terpaksa onani".

    Bayangkan saja, media dari mulai media cetak sampai media elektronik menyuarakan bahwa menikah muda itu tidak baik dengan segala alasan sehingga membuat banyak orang beranggapan demikian sedangkan kita setiap harinya disuguhi oleh pandangan-pandangan yang tidak selayaknya dipandang dan boleh jadi kebanyakan lelaki melampiaskan hasratnya melalui onani.
Tentunya semua ini bukan hanya karena kesalahan satu atau dua orang saja, bukan pula kesalahan para perempuan saja tentunya ini adalah kesalahan kita bersama. Syaitanpun tidak selayaknya disalahkan sebab ketika kita menyalahkan mereka mereka akan berkata “mengapa kamu mau mengikuti ajakanku?”.

    Pertanyaannya mengapa kita harus menyalahkan diri sendiri padahal kita tidak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan tersebut? Tentunya itu tetap kesalahan kita coba kita ingat apa yang diamanahkan oleh Rasulullah kepada kita sebelum beliau meninggal, salah satunya adalah tugas dakwah. Kapan terakhir kali kita mengingatkan teman kita untuk solat? Kapan terakhir kali kita mengajak teman kita mengaji atau mungkin kita tidak pernah sama sekali mengajak orang-orang yang ada di sekitar kita menuju kebaikan? Maka dari itu berdakwahlah dalam kebenaran dan dalam kesabaran sebab itu wajib.

    Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui tarbiyah. Tarbiyah yang membuat kita mengerti ini itu, tarbiyah yang membuat kita tau ini salah ataupun ini benar, tarbiyah yang membuat kita tau apa yang harus kita pilih, tarbiyah yang membentengi kita dalam bertindak, tarbiyah yang mendorong kita melakukan tindakan dan tarbiyah yang mewarnai hidup kita.


    Pertanyaannya dimana dan kapan kita bisa mendapatkan tarbiyah? Dimanapun dan kapanpun bisa! Disekolah, dirumah, di tempat kerja, siang, malam, atau ketika kita melihat semut yang bergotong royong untuk mencaari makanan atau lebah yang mencari madu. Tentu kita bisa asal kita mau mengambil hikmah dari setiap apa yang kita alami. Dan mentoring adalah salah satu metode yang baik dalam menerapkan sistem tarbiyah.

    Mentoring dapat kita artikan sebagai sekumpulan orang yang didalamnya ada seorang pembina dan yang lainnya sebagai orang yang dibina tentu didalamnya mereka membahas sesuatu atau hal yang baik seperti yang kita temukan di organisasi LDK atau Lembaga Dakwah Kampus.

    UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki organisasi tersebut yaitu LDM atau Lembaga Dakwah Mahasiswa yang saya ikuti sebagai organisasi yang saya sukai. Saat kita mengikuti mentoring kita mendapatkan ilmu, kegembiraan, dan banyak lagi dan aku berkata dalam diriku “Mentoring adalah tarbiyah kami!”.

    Dengan mentoring inilah mari kita koreksi diri kita sendiri sambil membenahi diri dan sambil mengajak orang untuk berbenah diri dan inilah tarbiyah kita.



~YM

0 komentar:

Posting Komentar