Cinta adalah sebuah hal yang sangat familiar
di telinga kita terutama bagi para remaja yang beranjak dewasa. Bagi mereka
cinta adalah sesuatu hal yang sangat menjadi tren abadi sampai-sampai mereka
sering menyebut-nyebutnya seolah-olah kata cinta itu sudah menjadi dzikir
harian mereka. Namun, apakah mereka benar-benar mengerti apa itu cinta?
Pengertian
cinta itu sendiri sulit dibedakan batasan ataupun
pengertiannya, karena cinta merupakan salah satu bentuk emosi dan perasaan yang
dimiliki individu. Dan sifatnyapun subyektif sehingga setiap individu akan
mempunyai makna yang berbeda tergantung pada penghayatan serta pengalamannya.
Jenis-Jenis Cinta menurut Kelly dalam buku kesehatan
reproduksi remaja membagi cinta itu
menjadi 3 jenis yaitu:
1. Cinta karena nafsu
Yaitu cinta yang mengakibatkan hubungan antar dua orang tidak terkontrol lagi, emosi sangat menguasai akal sehat seseorang sehingga perilaku seolah terjadi secara spontan untuk menjawab rangsangan emosi yang berlebihan
Yaitu cinta yang mengakibatkan hubungan antar dua orang tidak terkontrol lagi, emosi sangat menguasai akal sehat seseorang sehingga perilaku seolah terjadi secara spontan untuk menjawab rangsangan emosi yang berlebihan
2. Cinta pragmatis
yaitu cinta terjadi keseimbangan antara dua orang, ada rasa suka dan duka, serta adanya timbal balik.
yaitu cinta terjadi keseimbangan antara dua orang, ada rasa suka dan duka, serta adanya timbal balik.
3. Cinta altruistik
biasanya terjadi pada seorang ibu kepada anaknya, cinta ini disertai kasih sayang yang tidak ada batasnya.
biasanya terjadi pada seorang ibu kepada anaknya, cinta ini disertai kasih sayang yang tidak ada batasnya.
Cinta itu berada pada ranah emosional dan rasional. Cinta emosional ini
datang dan pergi tanpa diprediksi,misalkan: aku mencintaimu pada pandangan
pertama, meski aku tak bahagia bersamanya aku tetap mencintainya dll.
Dari apa yang kita ketahui ternyata cinta itu memang
banyak memberikan pengaruh terhadap diri kita terutama orang yang mencinta dan
yang dicinta. Memanglah cinta memberikan rasa yang begitu luar biasa. Tapi
apakah cara kita ini benar dalam mencintai? Kurasa belum. Apa yang menjadi
alasan saya sehingga berpendapat demikian? Simak baik-baik, cinta dan amarah
itu memiliki kesamaan ketika kita berada didalamnya kita akan sulit
mengendalikan diri kita sebab pada saat itu kita merasakan sebuah perasaan yang
luar biasa dan yang pasti pikiran kitapun sulit untuk memilih antara kebaikan
dan keburukan lagipula cinta itu dekat sekali dengan yang namanya nafsu. Mereka
adalah dua hal yang berbeda namun mereka bedekatan. Cinta dan nafsu dapat di
ilustrasikan oleh kedua tangan kita. Bayangkan kedua tangan kita yang saling
bertepuk, pada saat itu kedua tangan kita saling bersentuhan namun saat kita
melihat sisi hitam atau punggung kedua tangan kita kita melihat perbedaan
tangan kanan kita sisi hitamnya mengarah ke kanan dan tangan kiri kita
sebaliknya. Mereka berdekatan atau bersentuhan namun mereka memiliki tujuan
atau arah yang berbeda.
Begitu sibuknya mereka dengan cinta yang tidak jelas
itu, mereka melampiaskan hasratnya melalui kegiatan-kegiatan itu hingga
akhirnya sampailah pada tingkat kejenuhan dan salah satu dari keduanya ada yang
pergi meninggalkan rasa sakit terhadap orang yang dulunya dia “cintai”. Rasa sakit
ini yang membuat seseorang menjadi berubah, boleh jadi rasa sakit ini yang
mendorong kita melakukan tindak kriminal lebih berat lagi, menggunakan narkoba,
minum minuman keras, dan sebagainya yang pastinya hal ini berbahaya bagi tubuh
dan jiwa kita. Tubuh kita rusak dan jiwa kita menjadi sangat lemah dan kitapun
akan menjadi orang yang bermental lemah karenanya dan tentunya kita akan
kehilangan arah hidup kita sebab spirit kita hilang begitu saja.
Ketika kita kehilangan arah pasti kita akan merasa
hampa dan gelisah. Perasaan ini yang akan memancing amarah dan kesedihan kita
tentunya berdampak buruk bagi kita. Kitapun akan berpikir bahwa kita kekurangan
yang namanya motivasi untuk hidup dan dimana kita akan mendapatkan semua
kekuatan itu lagi? Carilah orang yang bisa membawamu ke arah kebaikan. Mereka adalah
orang-orang yang soleh, mereka orang-orang yang dapat merubah dunia dengan
telunjuknya, mereka orang-orang yang kuat menghadapi segala terpaan badai dan
ombak, dan mereka adalah orang yang memiliki ikatan ukhuwah yang kuat antar
sesamanya, mereka adalah pemuda-pemuda muslim yang menjadikan ukhuwah sebagai
spiritnya.
Maka dari itu katakan kepada dunia “Ukhuwah adalah
spirit kami”.











